Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Maret 2014

A Recipe To Fall Asleep Easily: HYPNOTIC

I life with my brain everyday. My mind on my brain was fulfilled with any rubbish so i couldn't take a sleep early. I have a back pain almost every night. So, i made this for you guys... Hypnotizing by me.


Just Enjoy it! :]

Senin, 30 April 2012

Cyber Love


Badai Online [2]

Kathleen Kelly & Joe FOx

“Pyuh! Pegawai biasa, gaji standar. Status jomblo. Tempat ndoprok sementara: Jakarta. Lagi mikir super berat. Tiket PP Jakarta-Surabaya itu, setidak-tidaknya sejuta-an. Liburku pun cuma Sabtu dan Minggu. Aduh. Ke Surabaya-enggak-ke Surabaya-enggak. Ada sih duit. Tapi, duit sejutaan habis dalam selang waktu 2 hari aja itu, mubadzir besar! Tapi,  penasaran. Butuh buat konfirmasi pada perasaan saja sih. Pergi-enggak-pergi-enggak. Galau tingkat dewa.”
(Lelaki—teteup kalem dan penuh dengan coolness)


“Hah? Apa ini? Engga mungkin!  Sangat memalukan. Ngga mungkin seorang Sri dengan mudahnya naksir makhluk online? Ini bener ga sih? Ini hukuman bagi para pecinta online ya? Tuhan? Hoi Tuhan, aku dipermainkan internet… Aaaaa… Aku suka internet, tapi ogah melibatkan hati. Haaaaaaakkkkk… Matilah aku. Mati! Mati! Mati! Tuhan, tolong sadarkan aku dari mimpi buruk ini. Bayang abu-abu nggak jelas! Aku ngga ngerti ini kudu ngapain. Apa-apaan ini, hah? Bola mataku rasanya mau loncat kegirangan kalau lihat mr_paijo online. Dan tiap melihat notification orange berkedip-kedip, hatiku langsung oleng, saking senengnya. Makjang… Tampar aku Tuhan! Tampar aku!  Aku terbelasuk ke jalur abu-abu. Kalau sampai teman-temanku tau, aku tak akan bisa lolos dari julukan makhluk ga realistis. Maluku sudah tak bisa kusembunyikan di pantat lagi—yang sekarang sudah pindah ke muka. Oh… Dia di sana-aku di sini. Aku menyusahkan diriku sendiri. Kayak ga ada lelaki di depan mata saja. Malah naksir lelaki online.”
(Wanita—yang jelas lebih bawel dan lebay daripada makhluk yang disebut lelaki.)


Adalah jeritan hati para onliners yang sedang terjerat jaring-jaring cinteh onlineh. Ternyata, cinteh sekarang tak sebatas mata memandang, namun bisa meloncat-loncat seperti kutu loncat, lewat jejaring online. Jadilah cinteh onlineh.

~O~

Pagi. Mendung. Dalam kamar kost. Dan, maskeran!—kebiasaan yang teramat jarang saya lakukan. Memulai Senin dengan cantiknya. Latihan otak kulakukan, mencoba mengulas keadaan tak terelakkan yang dialami oleh korban cyber love. Menganalisis, mensistematisasi, menggodognya, lalu menjadikan bacaan intermezzo diwaktu bolong Anda. Kenapa saya bahas? Karena meneruskan tulisan terdahulu, Badai Online [1]—saya sedang fokus-fokusnya dengan dunia online dan efek-efeknya. Termasuk ini, Badai Online [2] Cyber Love.


Tau film You’ve Got Mail? Film yang dibintangi Mbak Meg Ryan (Kathleen Kelly) dan Om Tom Hanks (Joe Fox). Hanya satu hal yang bisa membuat hari sejoli online tersebut kegirangan lari tunggang langgang, tulisan kedip-kedip dalam layar online “You’ve Got Mail”. Bha! Di cerita itu, melihat lappi itu bagaikan melihat kekasih tercinta, "lappiku cintaku". Rajin dielus-elus, dipegang-pegang, ditengok-tengok, disenyum-senyumi, dan tingkat parahnya sampai diajak ngomong atau terkadang malah dimarah-marahin—jadi mencet keyboardnya manteb sampe bunyi "tak cetak cetak cetak tok!", nutup lappinya juga bunyi, "klap".


Yap, itu film tahun 1998 yang settingnya di kota New York tercinta(nya) yang jelas-jelas berbeda dengan keadaan sekarang, di sini Indonesia—ga tau ya kalo di NY sekarang gimana, mungkin bisa lebih parah. Sekarang online itu makin parah, sudah dibahas pula di Badai Online [1], makin menjerat hati karena dibawa kemana-mana. Bagaimana tidak? Online sekarang sudah masuk hape teman, hape! Smart Phone istilahnya. Dari aplikasi di Black Berry ada BB, YM, jejaring sosial apa pun lah. Ya ga masalah sih kalau emang bener-bener online penting, browsing atau kebutuhan kerjaan. Tapi kalau udah sampai nagih itu lho, jadi kurang ngeh dengan dunia sekeliling (fokus terbagi-bagi antara mendengarkan manusia live dan berhubungan dengan manusia online) parahnya sampai kena jejaring cyber love. Nah kan?


Cerita demi cerita saya dengarkan dengan seksama dari berbagai sumber, termasuk blog tetangga lajang dan menikah yang judulnya 'Jodohnya di Facebook'. Tersimpulkan bahwa para pelaku jejaring cyber love itu, cukup banyak. Ada yang berhasil, ada yang setengah berhasil, ada yang benar-benar gagal.
  1. Berhasil: Setelah ketemuan ternyata berhasil sampai tingkat nikah (yang entah ga tau di nikah itu berhasil atau enggak. Haha).
  2. Setengah berhasil: setelah tidak berhubungan online lagi, tepatnya sesudah bertatap muka satu sama lain, tinggal di satu kota, berlaku status in relationship beberapa bulan, lalu putus karena ditemukan bahwa di online cocok namun live-nya tidak cocok. Haaaak apa pula itu.
  3. Gagal: ya benar-benar gagal, belum memulai saja sudah gagal, alias bertepuk sebelah tangan. Kasian ya? Kan, nasib. :] 


Mungkin penyebab terbesar kasus cyber love adalah lokasi. Lalu dibawah lokasi, ada perihal kehidupan pegawai kantoran. Ngantor pagi, pulang sore, capek, mandi, makan, lalu online sebentar, dan tidur! Begitulah rutinitasnya. Hidup di perkotaan yang mau ga mau pada akhirnya kita berlaku sleepless seattle, banyak online-nya, jarang jalan-jalannya, jarang ketemu orang-orang baru—bagi orang yang hidupnya ga aktif dengan kegiatan atau komunitas macam-macam, ya begitu akibatnya. Ga beruntung ya, bagi mereka yang cyber love dengan orang yang beda tempat tinggal, jauh pula. Pada akhirnya cuma bisa digemari, disenyum-senyumi via internet karena mentok susah ketemu karena lokasi masing-masing saling berjauhan. —Lha, salah sendiri kali ya? Mau-maunya suka sama orang online yang jauh di sana. Cari masalah! Tapi, kalau ketemunya dan cocoknya sama orang yang jauh di sana, gimana dong? Ya risiko. Embuh. Eh, tapi itu siapa tau bukan suka lho, mungkin CUMA penasaran? Mungkin. #selftalk—


Etapi, kok bisa ya orang seneng sama manusia dengan sosok tak terjamah alias virtual, online, bayang-bayang, mimpi, apalagi kata yang pas? Mungkin karena via online itu, orang lebih mudah mengungkapkan, mengaktualisasikan diri lewat kata-kata ketimbang via bercakap-cakap secara live. Dan yang ditampakkan via internet itu, ya yang baik-baik saja, yang menarik untuk dikonsumsi publik, yah kurang lebih begitu. Kita kan ga ngerti, kalau ternyata dia (yang jauh di sana dan online) yang menurut penggambarannya itu orang cerdas, manis, so sweet, romantis,—apalagi?—, ternyata tukang kentut, ngupilan, ngorok, bersendawa keras, ketawa (live) yang ga ada indah-indahnya sama sekali hingga memekakkan telinga, dilengkapi pula dengan BAU BADAN yang menyengat. Oh ya satu lagi, siapa tau bisu? Nah, kan? Indra-indra perasa, pengecap, pembau, pendengaran dari tubuh kita, tidak bisa merasakan secara online. Yang berlaku via online itu, cuma satu, yaitu indra penglihatan. Apa kalian siap dengan keadaan itu semua—kenal hanya dari indra penglihatan saja, di internet?


NB: Cukup beruntunglah bagi orang yang seenga-engganya pernah ketemu sekali dua kali—dalam takdir kebejonan yang tak terelakkan, ga sengaja ketemu di satu kota, lalu berjauhan lagi, ujung Indonesia timur dan ujung Indonesia barat, kurang jauh, hah?—. Bisa melihat dan mendengarkan secara live, bagaimana suaranya (ada?), cara ketawanya (manis?), dan cara bicaranya (alus?). Lalu, sering berjalannya waktu, kita lupa cara tertawanya dan suaranya. Hahaha. Menderitalah kau! Yaudah sih, telepon. 


Jadi, kesimpulannya?  Dari cerita manusia cyber love?
Manusia online di atas, berhasil menggantikan kedudukan manusia nyata di depan mata. Wauw! Kok bisa ya? | Ya kan hati itu, dirasa—bukan dilihat. Kecocokan, keklikan itu dirasa, tapi ya dilihat juga sih—ngecek ada unsur deg-degannya apa enggak. :D Ketemu, kalau cocok ya lanjut, kalau enggak, ya udah. Gampang kan? Kayak di film You’ve Got Mail. Ketemu, kalau jauh, butuh duit ya? Haha. Dasar masalah!


Ada yang kena virus cyber love? Atau Anda sendiri, yang membaca ini? HAHAHAHA

Minggu, 02 Oktober 2011

Obat Galau



Sepertinya akhir-akhir ini galau sudah menjadi populer di kalangan muda-mudi Indonesia, bahkan artis pun terang-terangan menyanyikan kegalauannya─Sebenarnya sudah dari dulu, cuma akhir-akhir ini menjadi semakin norak. Sebut saja lagu 'mau dibawa kemana'-nya Armada, "Mau dibawa kemana hubungan kita. Jika kau terus menunda-nunda dan tak pernah nyatakan cinta", sekarang dipopulerkan juga oleh Marchell. Kalau yang nyanyiin lagu itu Machell, saya suka! Subjektif banget ya?─ 
Dalam kalangan masyarakat awam, pada jaman bahola galau tidak begitu digembar-gemborkan dan dijadikan konsumsi publik, sekarang orang bergalau-galau ria sudah biasa, bisa terlihat jelas semua di jejaring sosial yang faktanya milik publik─Eh, kok ga malu ya ngumbar galaunya di publik? Kaya ga ada tempat lain aja. Galau bersifat negatif, iya kan? Jadi kesimpulannya, kegiatan mengumbar kegalauan adalah sama saja dengan mengumbar kenegatifannya, benar?─ 
Catatan: yang boleh mengumbar galau itu, ya artis! Buat cari duit. Tapi, jaga kualitas, jangan makin lama makin norak. Contoh tu -> lagu-lagu cinta jadulnya Chrisye, Kahitna, Iwan Fals, dll. Kalau orang awam? BIG NO! Kecuali galaunya memberi manfaat─Ada ya? Ada dong. Nanti dibahas di paragraf selanjutnya─. Sedari tadi membahas tentang galau yang belum jelas terdefinisi arti galau sendiri itu apa. Yang saya temukan mengenai arti kata galau dari Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sibuk beramai-ramai; ramai sekali; kacau tidak keruan (pikiran). Jelas kan? Memang galau, ah buat kacau!


Eh eh, tapi ga selamanya lho galau itu negatif. Setidak-tidaknya, orang galau itu berpikir─ walaupun berpikirnya lebai─. Pikiran kusut karena ember menerima kiriman cucian yang overload. Jadi capek kan? Mualese poool buat nyuci. Bikin jereng mata! Sama seperti otak yang terbatas memori dan kemampuannya, terlampau dipaksa oleh pemiliknya untuk memikirkan banyak hal dalam waktu bersamaan dan tanpa diatur secara sistematis, mengeruhkan bukan?─Sebenarnya, ga gitu-gitu amat si, ga overload juga, hanya berasal dari perasaan kita sendiri saja yang overload, kan sesuatu itu datang berdasarkan kemampuan kita. Kalau diberi sesuatu yang bikin mumet, pastilah kita mampu melaluinya. Sudah ketentuan dari sononya. Cuma ya, perlu bertahan dan berusaha untuk dapat melalui si sesuatu itu. Dong?─


Jika ditelusuri lebih lanjut, orang yang sangat galau mempunyai potensi besar untuk menang─karena orang galau itu berpikir, maka dia berenergi─, ia mampu menghasilkan energi yang begitu besar. Energi itu bisa bercabang menjadi dua efek, satu negatif dan satu positif. Tergantung menejemen pribadinya. Jika ia mampu membelokkan energinya ke sisi positif, ia termasuk orang yang bersyukur, beriman, dan bertakwa. Sedangkan jika ia gagal, ia akan mendekap di kubangan kenistaan yang begitu dalam, yaitu menjadi super duper galau stadium empat -> stress dan bisa dianjurkan untuk terapi ke psikolog. Apabila kurang bisa tertangani, saya anjurkan untuk mengunjungi psikiater─orang yang ke psikolog atau psikiater belum tentu gila lho. Ingat itu!─ Mari kita bahas lebih lanjut mengenai cara membelokkan energi galau ke sisi positif.


Jadi, energi positif itu diperoleh melalui teori 'memanfaat kesempatan dalam kesempitan'. Bagaimana bisa? Bisa dong. Kesempitannya adalah ketika galau, kesempatannya adalah energi yang dikeluarkan oleh galau tersebut sangatlah besar. Jadi, ya manfaatkan lah! Begini contohnya, beberapa tulisan saya di blog ini dihasilkan karena efek positif galau. Blog I'm A Sir tercipta dikarenakan energi galau yang begitu besar. Saya galau dan galau itu saya tulis untuk menumpahkan perasaan agar berkurang sedikit beban kita. Untuk awalnya, seengga-engganya dapat digunakan berlatih menulis. Berguna kan? Untuk lebih advance-nya, tulislah sesuatu dari galaumu itu untuk menjadi sesuatu yang berguna dan bisa dikonsumsi orang lain. 
Untuk lain hal, galau mampu membuatmu nekat memutuskan pilihan eksrim daripada ketika kamu tidak galau─atau sebut saja dalam keadaan normal─. Dalam keadaan normal, kamu belum tentu akan memutuskan hal tersebut. Keputusan yang diambil ketika menggalau itu, pada akhirnya menjadi keharusan yang wajib dijalani. Dan jadilah! Kamu menjalaninya. Belajar. Keraslah pada dunia, maka dunia akan lunak padamu. Apapun hasilnya, nikmatilah prosesnya. Karena semua itu untuk ada hikmahnya sebagai pembelajaran dan pengembangan diri.


Oh ya satu lagi, galau pada akhirnya membuat kita merenung, berpikir, dan introspeksi diri. Membaca kitab suci dengan lantun─kalau saya: Al-Qur'an dan terjemahan, atau kadang buku 'Rindu Tanpa Akhir'─dan mendekatkan diri pada-Nya mampu meredamkan rasa galau dan membantu menolong kita ke jalan pencerahan. Kalau sedang sakit tenggorokan atau malas membaca, bisa juga menyetel playlist lagu-lagu solawatan, lagu Opick, Haddad Alwi, Raihan, Snada, Debu, Maher Zein, murotal Al-Qur'an, atau pun lain-lainnya. 
Tidak percaya? Coba saja! Dari semua obat apapun, yang paling mujarab, berguna, dan bermanfaat dalam menyembuhkan segala macam penyakit adalah kitab suci. Suaaangggaat Recommended! 


Surat favorit yang paling sering saya baca ketika sedang nggalau, adalah QS. Ar-Rahman. 
"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" 
Untuk selalu mengingatkan kita akan untuk selalu bersyukur. Kalau kata teman saya, galau itu penting untuk merindukan-Nya teramat sangat. Jadi seperti konsep tarik-ulur. Galau itu berkah. Kalau ga galau, kamu ga akan pernah merasakan nikmatnya rindu. Jadi, sebenarnya galau itu penting! Galau saya, rutin. Sebulan sekali. Terjadwal kan? Yaiyalah! Wanita.




"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman."
Qs. Ali Imron: 139 -> untuk mengingatkan kembali padaNya.

Obat galau: 
"Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Maha Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu, aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekalipun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu)"
HR. Hakim





SELAMAT HARI CERAH... SEMOGA HARIMU SENANTIASA CERAH. :)
Nih makan ni keripik! Semoga cepat sembuh ya...

Keripik GALAU atau Keripik GALALI?

Senin, 26 September 2011

Ketika Wanita Beritual─PMS(Pre Menstruation Syndrome)

Sudahkah Anda tau bahwa wanita sering berlaku lebih labil dan lebai daripada lelaki?
Telah diteliti dan disepakati bahwa wanita memang melakukan hal tersebut (labil dan lebai) pada saat-saat tertentu, membutuhkan 14-16 hari dalam 30 hari atau singkatnya dua minggu sekali dalam sebulan. Dan ia akan berhenti dikala dimulainya 'pendarahan' dan dapat berlanjut lagi setelahnya menjadi siklus berkelanjutan.



Hai... Aku PMS lho...
Kodrat wanita mengatakan bahwa mereka harus selalu melakukan ritual PMS (Pre Menstruation Syndrome) untuk menjadi wanita normal secara hormonal. PMS juga berguna untuk melatih dan menaikkan level kedewasaannya. Ia menyerang kami, para wanita, dalam bentuk perubahan fisik dan ketidakstabilan psikis. PMS dapat dirasakan ketika wanita sudah menjadi baligh-menopause mulai─ketika muda saya masih ga sadar adanya gejala PMS. Baru ngerti kalau 'itu' artinya PMS. Eh, tapi kalian juga begitu kan? Apa cuma saya saja yang telat sadar?─. Hal tersebut terjadi karena adanya perubahan hormon esterogen secara berlebih (katanya).


Jadi gejala-gejala PMS yang menjangkiti semua wanita normal pada umumnya adalah sebagai berikut.
Gejala Fisik:
  1. Badan berasa menggembung. Peningkatan kadar hormon estrogen menyebabkan retensi cairan di dalam tubuh yang melebihi nilai normal. Retensi cairan adalah akibat dari peningkatan kadar hormon estrogen yang menyebabkan tubuh mengurangi jumlah cairan yang dikeluarkannya sehingga jumlah total cairan di dalam tubuh bertambah dibandingkan normalnya.-> oh ternyata emang bener ya...
Gejala Psikis:
Makan-makan-makan
  1. Mudah lapar plus nafsu makan meningkat, lebih suka makanan manis-manis -> akibatnya berat badan meningkat. #eaaaa... 
  2. Ketidakseimbangan emosi akan melanda korban PMS. Ketidakseimbangan tersebut bisa ditemukan ketika para wanita menjadi mudah marah, sensitif, merana, kadang nangis ga jelas tanpa alasan atau dengan alasan yang sangat tidak penting, tiba-tiba terlihat gembira lalu seketika berubah sedih kembali *aneh*, lemah, gangguan tidur, pelupa, mudah bingung, sulit dalam verbalisasi dan yang paling parah adalah depresi atau mungkin kadang berpikiran aneh-aneh seperti ingin mati. 

Ternyata, PMS itu sangat monster ya? Mengerikan. Dia menggerogoti seluruh emosi dan jiwa kita. Gila. Ia mengaduk-aduk.
Jadi, bisa dimaklumi dan disadari kan, kalau wanita memang kadang sedikit mengerikan? Makhluk mengerikan. Saya (wanita) saja kadang ngeri dengan diri sendiri. Coba dipikir lebih jauh lagi deh... Setengah hidup kita, digelayuti oleh monster PMS! OMG. Saya jadi ada pertanyaan buat Tuhan Yang Maha Pencipta, mengapa Ia menciptakan wanita dengan kondisi seperti itu ─digelayuti setengah hidupnya oleh monster PMS─?


Lalu saya pun berpikir, berpikir, dan terus berpikir. Kena! Pencerahan. Berpikir secara mendalam dan khusyuk, bahwa semua hal itu seimbang. Semua berjalan berdasarkan hukum keseimbangan.─Masih ingat Teori Keseimbangan? Ada nilai negatif, maka ada pula nilai positif sebagai efek dari negatifnya.─ Si monster PMS (yang bernilai negatif) jikalau mampu ditangani dengan baik dan bijak, ia akan melunak dan berubah menjadi hal positif.
Wanita itu kuat dengan segala kelemahannya. Dari emosi-emosi negatif dan kelabilannya, justru mengajarkan kami, para wanita #cieee..., untuk senantiasa pandai mengontrol emosi dan nafsu─makan pada khususnya, jika tidak ingin badan anda melar─dengan benar dan perlahan-lahan. Dan jadilah Anda sekalian, wanita dewasa. Hahahaha. Wanita itu keren ya? Bijaksana, tapi labil! Seimbang bukan?




Oiya, catatan: 
MANFAATKAN LAH WAKTU KETIKA ANDA PMS UNTUK MELUAP-LUAPKAN KEMARAHAN(tapi marah yang ga lebai-lebai amat) TANPA HARUS DIMARAHI BALIK ATAU DIPERTANYAKAN MENGAPA ANDA MARAH-MARAH TANPA ALASAN YANG JELAS! POKOKNYA MARAH AJA(masih dalam batas yang dianjurkan)!
JADIKANLAH PMS SEBAGAI KAMBING HITAM UNTUK MELUAPKAN KEMARAHAN ANDA. Hahahaha. KESEMPATAN.
Begini caranya: Marah. Marah. Marah─walaupun tanpa alasan, pokoknya marah untuk meluapkan semua ganjal di hati. Sesuatu hal yang buruk disimpan terlalu lama, tidaklah baik─. Sangat marah*namun terkendali*! Dan katakanlah, "Maaf, saya sedang PMS"

***



Untuk postingan berikutnya, akan saya bahas tentang galau. Memanipulasi galau menjadi sesuatu hal yang positif. Jangan pesimis dengan galau. Hadapilah galau itu. Cintailah galau! *Uopppooootoyoooo....






Kosong adalah isi. Isi adalah kosong. Kosong sama-sama isi. Isi adalah kosong. Kosong adalah isi. 
Seraplah ilmu, saran, dan anjuran susuai dengan hati nurani. 


Daftar Pustaka: http://www.klikdokter.com/kebidanankandungan/read/2010/07/05/148/sindrom-pra-menstruasi-