Tampilkan postingan dengan label Galau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Galau. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Juli 2014

BA!

BA!
BA BA BA BA BA!


Udah lama ya ga nulis,
soalnya ini lagi dalam proyek nulis cerpen,
biasanya kalo lagi mroyek nulis, nulis yang laen-laen ke-pause dulu...


Oiya, nantikan cerpen terbaru saya, MUSEUM MESUM.
Hihihihih.



See ya!



Sebenernya, hari ini guwek lagi ngeblank.
Hati guwe nyangkruk di elu. Preettt...
Guwek lagi ga naksir siapa-siapa. Haha.
Vitamin guwek ilang menguap.


Dan, terutama, hari ini adek guwek, Aves, yang udah sebulan di kosan guwek Jakarta,
udah saatnya sore ini balik Semarang.
Guwek berasa, bolong lagi...


Well, sebenernya ga boleh gitu kan ya...
Seneng bahagia harusnya berasal dari diri sendiri,
bukan orang lain...


Tapi syumpeh, adek ntar mulai akhir Agustus bakal ga balik selama dua tahun,
yah, guweh sedih aja sih...
Dulu juga pas guwek kuliah awal di Jogja, ninggalin adek di Semarang, yang guwek kangenin pertama pas pertama kali di Jogja itu, adek guwek...

Kamis, 10 Januari 2013

Muntah Kemudian

Bosan.



"Bosan belajar. Tulisan melulu yang diadepin."
"Bosan nih kerja di kantor, gini-gini aja."
"Bosan makan, ngunyah melulu, capek. Ntar juga laper lagi."
"Bosan bersihin kamar, ntar juga kotor lagi."
"Bosan. Pedekate sama elu. Gitu-gitu melulu. Ga ada improvisasi sejak setahun lalu."
"Bosan deh... Pacaran ama Lu... Lu melulu... Luuuu meluuuluuuu... Lulu. Nama lu, Lulu kan? Nama yang membosankan. Diulang-ulang banget sih? Lu-Lu. Membosankan."
"Bosan. Mamah bosan sama Papah."


Ciyeeeehhh... Bosan bo'... Bosan. Siapa sih yang ga pernah bosan? Ada, ada, ADA?



Well, setelah berbincang, berdiskusi dengan kawan lama saya―tentu setelah saya curhat sana sini ingin pindah kerja, karena kerjaannya ya gitu-gitu saja. Bosan. Karena terlalu nyaman.― Kemudian Nadia, kawan lama saya yang bijak mengatakan,

"Aku punya cerita. Dosen saya kemaren bilang, pernah ada penelitian, 10 orang dikarantina di dalam ruangan yang ga ada tivi, ga ada internet, ga ada jam, ga ada buku, ga ada alat macem-macemnya, pokoknya cuma dikasih makan aja. Artinya kebutuhan fisiknya tetep terpenuhi dong. Hidupnya pasif. Empat hari kemudian, mereka yang dikarantina mulai berhalusinasi, muntah-muntah di hari selanjutnya."

That's amazing! Kebutuhan fisik tercukupi, namun tetap saja fisiknya rusak. Fisik sehat, juga harus didukung mental yang sehat. Di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat.
Jadi, bagaimana dengan hidupmu yang membosankan? Sudah membelok-belokkannya, zig-zag, agar tidak lurus-lurus statis saja? Belok dong, belok... "Kiri bang! Kiri! 2000 kan bang?" Gitu. Sekali-kali butuh berhenti. Butuh tantangan. Kadang juga butuh "break the law". Apa kek... Kreatip dong, kreatip! Saya ngerti kalau pembaca yang budiman adalah insan yang kreatip-kreatip. Maka, ayolah... "break the law"! Oke? Asal tidak keterlaluan aja "breaking"-nya. Kayak puasa tuh. Setahun sekali, Tuhan menitahkan aturan untuk istirahat makan (tanpa keterlaluan untuk tidak makan sama sekali 24 jam penuh) selama satu bulan penuh, bulan ramadhan namanya. Nah, kan... HIDUP ITU BUTUH TANTANGAN, MAMENNN... Kalo tidak, nanti kau akan dihinggapi halusinasi muntah kemudian! Mati kemudian! *Muntah terus menyebabkan dehidrasi.


"Saya bosan, bosan jadi miskin. Bosaaaaannn... Saya ga mau mati miskin. Setidak-tidaknya kalau saya mati. Saya ingin mati kaya. Oke. Karena saya bosan jadi miskin, saya butuh tantangan. Biar saya tidak mati miskin. Saya butuh tantangan untuk jadi kaya. Oke. Saya terima tantangan itu." ~Ratapan hati anonim. Coba kalau orang-orang yang merasa miskin, atau malah miskin beneran, mikirnya kayak gitu. Pasti presentase kemiskinan di Indonesia ini setidak-tidaknya akan berkulang. Dan jumlah keluhan, bukan lenguhan, di twitter juga akan berkurang. Indahnya hidup... Aaaahh~


Saya juga pernah seperti itu. Dikarantina. Iya. Dikarantina. Salah. Terkarantina tepatnya. Ketika di dalam bus malam perjalanan panjang, saya mulai berhalusinasi, kemudian, tak lama setelah itu, saya muntah! Saya benar-benar bosan. Bosan yang mengerikan.



Jadi, pindah apa engga nih?

Senin, 26 September 2011

Ketika Wanita Beritual─PMS(Pre Menstruation Syndrome)

Sudahkah Anda tau bahwa wanita sering berlaku lebih labil dan lebai daripada lelaki?
Telah diteliti dan disepakati bahwa wanita memang melakukan hal tersebut (labil dan lebai) pada saat-saat tertentu, membutuhkan 14-16 hari dalam 30 hari atau singkatnya dua minggu sekali dalam sebulan. Dan ia akan berhenti dikala dimulainya 'pendarahan' dan dapat berlanjut lagi setelahnya menjadi siklus berkelanjutan.



Hai... Aku PMS lho...
Kodrat wanita mengatakan bahwa mereka harus selalu melakukan ritual PMS (Pre Menstruation Syndrome) untuk menjadi wanita normal secara hormonal. PMS juga berguna untuk melatih dan menaikkan level kedewasaannya. Ia menyerang kami, para wanita, dalam bentuk perubahan fisik dan ketidakstabilan psikis. PMS dapat dirasakan ketika wanita sudah menjadi baligh-menopause mulai─ketika muda saya masih ga sadar adanya gejala PMS. Baru ngerti kalau 'itu' artinya PMS. Eh, tapi kalian juga begitu kan? Apa cuma saya saja yang telat sadar?─. Hal tersebut terjadi karena adanya perubahan hormon esterogen secara berlebih (katanya).


Jadi gejala-gejala PMS yang menjangkiti semua wanita normal pada umumnya adalah sebagai berikut.
Gejala Fisik:
  1. Badan berasa menggembung. Peningkatan kadar hormon estrogen menyebabkan retensi cairan di dalam tubuh yang melebihi nilai normal. Retensi cairan adalah akibat dari peningkatan kadar hormon estrogen yang menyebabkan tubuh mengurangi jumlah cairan yang dikeluarkannya sehingga jumlah total cairan di dalam tubuh bertambah dibandingkan normalnya.-> oh ternyata emang bener ya...
Gejala Psikis:
Makan-makan-makan
  1. Mudah lapar plus nafsu makan meningkat, lebih suka makanan manis-manis -> akibatnya berat badan meningkat. #eaaaa... 
  2. Ketidakseimbangan emosi akan melanda korban PMS. Ketidakseimbangan tersebut bisa ditemukan ketika para wanita menjadi mudah marah, sensitif, merana, kadang nangis ga jelas tanpa alasan atau dengan alasan yang sangat tidak penting, tiba-tiba terlihat gembira lalu seketika berubah sedih kembali *aneh*, lemah, gangguan tidur, pelupa, mudah bingung, sulit dalam verbalisasi dan yang paling parah adalah depresi atau mungkin kadang berpikiran aneh-aneh seperti ingin mati. 

Ternyata, PMS itu sangat monster ya? Mengerikan. Dia menggerogoti seluruh emosi dan jiwa kita. Gila. Ia mengaduk-aduk.
Jadi, bisa dimaklumi dan disadari kan, kalau wanita memang kadang sedikit mengerikan? Makhluk mengerikan. Saya (wanita) saja kadang ngeri dengan diri sendiri. Coba dipikir lebih jauh lagi deh... Setengah hidup kita, digelayuti oleh monster PMS! OMG. Saya jadi ada pertanyaan buat Tuhan Yang Maha Pencipta, mengapa Ia menciptakan wanita dengan kondisi seperti itu ─digelayuti setengah hidupnya oleh monster PMS─?


Lalu saya pun berpikir, berpikir, dan terus berpikir. Kena! Pencerahan. Berpikir secara mendalam dan khusyuk, bahwa semua hal itu seimbang. Semua berjalan berdasarkan hukum keseimbangan.─Masih ingat Teori Keseimbangan? Ada nilai negatif, maka ada pula nilai positif sebagai efek dari negatifnya.─ Si monster PMS (yang bernilai negatif) jikalau mampu ditangani dengan baik dan bijak, ia akan melunak dan berubah menjadi hal positif.
Wanita itu kuat dengan segala kelemahannya. Dari emosi-emosi negatif dan kelabilannya, justru mengajarkan kami, para wanita #cieee..., untuk senantiasa pandai mengontrol emosi dan nafsu─makan pada khususnya, jika tidak ingin badan anda melar─dengan benar dan perlahan-lahan. Dan jadilah Anda sekalian, wanita dewasa. Hahahaha. Wanita itu keren ya? Bijaksana, tapi labil! Seimbang bukan?




Oiya, catatan: 
MANFAATKAN LAH WAKTU KETIKA ANDA PMS UNTUK MELUAP-LUAPKAN KEMARAHAN(tapi marah yang ga lebai-lebai amat) TANPA HARUS DIMARAHI BALIK ATAU DIPERTANYAKAN MENGAPA ANDA MARAH-MARAH TANPA ALASAN YANG JELAS! POKOKNYA MARAH AJA(masih dalam batas yang dianjurkan)!
JADIKANLAH PMS SEBAGAI KAMBING HITAM UNTUK MELUAPKAN KEMARAHAN ANDA. Hahahaha. KESEMPATAN.
Begini caranya: Marah. Marah. Marah─walaupun tanpa alasan, pokoknya marah untuk meluapkan semua ganjal di hati. Sesuatu hal yang buruk disimpan terlalu lama, tidaklah baik─. Sangat marah*namun terkendali*! Dan katakanlah, "Maaf, saya sedang PMS"

***



Untuk postingan berikutnya, akan saya bahas tentang galau. Memanipulasi galau menjadi sesuatu hal yang positif. Jangan pesimis dengan galau. Hadapilah galau itu. Cintailah galau! *Uopppooootoyoooo....






Kosong adalah isi. Isi adalah kosong. Kosong sama-sama isi. Isi adalah kosong. Kosong adalah isi. 
Seraplah ilmu, saran, dan anjuran susuai dengan hati nurani. 


Daftar Pustaka: http://www.klikdokter.com/kebidanankandungan/read/2010/07/05/148/sindrom-pra-menstruasi-