Tampilkan postingan dengan label Teori Keseimbangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teori Keseimbangan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Oktober 2011

Obat Galau



Sepertinya akhir-akhir ini galau sudah menjadi populer di kalangan muda-mudi Indonesia, bahkan artis pun terang-terangan menyanyikan kegalauannya─Sebenarnya sudah dari dulu, cuma akhir-akhir ini menjadi semakin norak. Sebut saja lagu 'mau dibawa kemana'-nya Armada, "Mau dibawa kemana hubungan kita. Jika kau terus menunda-nunda dan tak pernah nyatakan cinta", sekarang dipopulerkan juga oleh Marchell. Kalau yang nyanyiin lagu itu Machell, saya suka! Subjektif banget ya?─ 
Dalam kalangan masyarakat awam, pada jaman bahola galau tidak begitu digembar-gemborkan dan dijadikan konsumsi publik, sekarang orang bergalau-galau ria sudah biasa, bisa terlihat jelas semua di jejaring sosial yang faktanya milik publik─Eh, kok ga malu ya ngumbar galaunya di publik? Kaya ga ada tempat lain aja. Galau bersifat negatif, iya kan? Jadi kesimpulannya, kegiatan mengumbar kegalauan adalah sama saja dengan mengumbar kenegatifannya, benar?─ 
Catatan: yang boleh mengumbar galau itu, ya artis! Buat cari duit. Tapi, jaga kualitas, jangan makin lama makin norak. Contoh tu -> lagu-lagu cinta jadulnya Chrisye, Kahitna, Iwan Fals, dll. Kalau orang awam? BIG NO! Kecuali galaunya memberi manfaat─Ada ya? Ada dong. Nanti dibahas di paragraf selanjutnya─. Sedari tadi membahas tentang galau yang belum jelas terdefinisi arti galau sendiri itu apa. Yang saya temukan mengenai arti kata galau dari Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sibuk beramai-ramai; ramai sekali; kacau tidak keruan (pikiran). Jelas kan? Memang galau, ah buat kacau!


Eh eh, tapi ga selamanya lho galau itu negatif. Setidak-tidaknya, orang galau itu berpikir walaupun berpikirnya lebai. Pikiran kusut karena ember menerima kiriman cucian yang overload. Jadi capek kan? Mualese poool buat nyuci. Bikin jereng mata! Sama seperti otak yang terbatas memori dan kemampuannya, terlampau dipaksa oleh pemiliknya untuk memikirkan banyak hal dalam waktu bersamaan dan tanpa diatur secara sistematis, mengeruhkan bukan?─Sebenarnya, ga gitu-gitu amat si, ga overload juga, hanya berasal dari perasaan kita sendiri saja yang overload, kan sesuatu itu datang berdasarkan kemampuan kita. Kalau diberi sesuatu yang bikin mumet, pastilah kita mampu melaluinya. Sudah ketentuan dari sononya. Cuma ya, perlu bertahan dan berusaha untuk dapat melalui si sesuatu itu. Dong?─


Jika ditelusuri lebih lanjut, orang yang sangat galau mempunyai potensi besar untuk menang─karena orang galau itu berpikir, maka dia berenergi─, ia mampu menghasilkan energi yang begitu besar. Energi itu bisa bercabang menjadi dua efek, satu negatif dan satu positif. Tergantung menejemen pribadinya. Jika ia mampu membelokkan energinya ke sisi positif, ia termasuk orang yang bersyukur, beriman, dan bertakwa. Sedangkan jika ia gagal, ia akan mendekap di kubangan kenistaan yang begitu dalam, yaitu menjadi super duper galau stadium empat -> stress dan bisa dianjurkan untuk terapi ke psikolog. Apabila kurang bisa tertangani, saya anjurkan untuk mengunjungi psikiater─orang yang ke psikolog atau psikiater belum tentu gila lho. Ingat itu!─ Mari kita bahas lebih lanjut mengenai cara membelokkan energi galau ke sisi positif.


Jadi, energi positif itu diperoleh melalui teori 'memanfaat kesempatan dalam kesempitan'. Bagaimana bisa? Bisa dong. Kesempitannya adalah ketika galau, kesempatannya adalah energi yang dikeluarkan oleh galau tersebut sangatlah besar. Jadi, ya manfaatkan lah! Begini contohnya, beberapa tulisan saya di blog ini dihasilkan karena efek positif galau. Blog I'm A Sir tercipta dikarenakan energi galau yang begitu besar. Saya galau dan galau itu saya tulis untuk menumpahkan perasaan agar berkurang sedikit beban kita. Untuk awalnya, seengga-engganya dapat digunakan berlatih menulis. Berguna kan? Untuk lebih advance-nya, tulislah sesuatu dari galaumu itu untuk menjadi sesuatu yang berguna dan bisa dikonsumsi orang lain. 
Untuk lain hal, galau mampu membuatmu nekat memutuskan pilihan eksrim daripada ketika kamu tidak galau─atau sebut saja dalam keadaan normal─. Dalam keadaan normal, kamu belum tentu akan memutuskan hal tersebut. Keputusan yang diambil ketika menggalau itu, pada akhirnya menjadi keharusan yang wajib dijalani. Dan jadilah! Kamu menjalaninya. Belajar. Keraslah pada dunia, maka dunia akan lunak padamu. Apapun hasilnya, nikmatilah prosesnya. Karena semua itu untuk ada hikmahnya sebagai pembelajaran dan pengembangan diri.


Oh ya satu lagi, galau pada akhirnya membuat kita merenung, berpikir, dan introspeksi diri. Membaca kitab suci dengan lantun─kalau saya: Al-Qur'an dan terjemahan, atau kadang buku 'Rindu Tanpa Akhir'─dan mendekatkan diri pada-Nya mampu meredamkan rasa galau dan membantu menolong kita ke jalan pencerahan. Kalau sedang sakit tenggorokan atau malas membaca, bisa juga menyetel playlist lagu-lagu solawatan, lagu Opick, Haddad Alwi, Raihan, Snada, Debu, Maher Zein, murotal Al-Qur'an, atau pun lain-lainnya. 
Tidak percaya? Coba saja! Dari semua obat apapun, yang paling mujarab, berguna, dan bermanfaat dalam menyembuhkan segala macam penyakit adalah kitab suci. Suaaangggaat Recommended! 


Surat favorit yang paling sering saya baca ketika sedang nggalau, adalah QS. Ar-Rahman
"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" 
Untuk selalu mengingatkan kita akan untuk selalu bersyukur. Kalau kata teman saya, galau itu penting untuk merindukan-Nya teramat sangat. Jadi seperti konsep tarik-ulur. Galau itu berkah. Kalau ga galau, kamu ga akan pernah merasakan nikmatnya rindu. Jadi, sebenarnya galau itu penting! Galau saya, rutin. Sebulan sekali. Terjadwal kan? Yaiyalah! Wanita.




"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman."
Qs. Ali Imron: 139 -> untuk mengingatkan kembali padaNya.

Obat galau: 
"Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Maha Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu, aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekalipun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu)"
HR. Hakim





SELAMAT HARI CERAH... SEMOGA HARIMU SENANTIASA CERAH. :)
Nih makan ni keripik! Semoga cepat sembuh ya...

Keripik GALAU atau Keripik GALALI?

Senin, 26 September 2011

Ketika Wanita Beritual─PMS(Pre Menstruation Syndrome)

Sudahkah Anda tau bahwa wanita sering berlaku lebih labil dan lebai daripada lelaki?
Telah diteliti dan disepakati bahwa wanita memang melakukan hal tersebut (labil dan lebai) pada saat-saat tertentu, membutuhkan 14-16 hari dalam 30 hari atau singkatnya dua minggu sekali dalam sebulan. Dan ia akan berhenti dikala dimulainya 'pendarahan' dan dapat berlanjut lagi setelahnya menjadi siklus berkelanjutan.



Hai... Aku PMS lho...
Kodrat wanita mengatakan bahwa mereka harus selalu melakukan ritual PMS (Pre Menstruation Syndrome) untuk menjadi wanita normal secara hormonal. PMS juga berguna untuk melatih dan menaikkan level kedewasaannya. Ia menyerang kami, para wanita, dalam bentuk perubahan fisik dan ketidakstabilan psikis. PMS dapat dirasakan ketika wanita sudah menjadi baligh-menopause mulai─ketika muda saya masih ga sadar adanya gejala PMS. Baru ngerti kalau 'itu' artinya PMS. Eh, tapi kalian juga begitu kan? Apa cuma saya saja yang telat sadar?─. Hal tersebut terjadi karena adanya perubahan hormon esterogen secara berlebih (katanya).


Jadi gejala-gejala PMS yang menjangkiti semua wanita normal pada umumnya adalah sebagai berikut.
Gejala Fisik:
  1. Badan berasa menggembung. Peningkatan kadar hormon estrogen menyebabkan retensi cairan di dalam tubuh yang melebihi nilai normal. Retensi cairan adalah akibat dari peningkatan kadar hormon estrogen yang menyebabkan tubuh mengurangi jumlah cairan yang dikeluarkannya sehingga jumlah total cairan di dalam tubuh bertambah dibandingkan normalnya.-> oh ternyata emang bener ya...
Gejala Psikis:
Makan-makan-makan
  1. Mudah lapar plus nafsu makan meningkat, lebih suka makanan manis-manis -> akibatnya berat badan meningkat. #eaaaa... 
  2. Ketidakseimbangan emosi akan melanda korban PMS. Ketidakseimbangan tersebut bisa ditemukan ketika para wanita menjadi mudah marah, sensitif, merana, kadang nangis ga jelas tanpa alasan atau dengan alasan yang sangat tidak penting, tiba-tiba terlihat gembira lalu seketika berubah sedih kembali *aneh*, lemah, gangguan tidur, pelupa, mudah bingung, sulit dalam verbalisasi dan yang paling parah adalah depresi atau mungkin kadang berpikiran aneh-aneh seperti ingin mati. 

Ternyata, PMS itu sangat monster ya? Mengerikan. Dia menggerogoti seluruh emosi dan jiwa kita. Gila. Ia mengaduk-aduk.
Jadi, bisa dimaklumi dan disadari kan, kalau wanita memang kadang sedikit mengerikan? Makhluk mengerikan. Saya (wanita) saja kadang ngeri dengan diri sendiri. Coba dipikir lebih jauh lagi deh... Setengah hidup kita, digelayuti oleh monster PMS! OMG. Saya jadi ada pertanyaan buat Tuhan Yang Maha Pencipta, mengapa Ia menciptakan wanita dengan kondisi seperti itu ─digelayuti setengah hidupnya oleh monster PMS─?


Lalu saya pun berpikir, berpikir, dan terus berpikir. Kena! Pencerahan. Berpikir secara mendalam dan khusyuk, bahwa semua hal itu seimbang. Semua berjalan berdasarkan hukum keseimbangan.─Masih ingat Teori Keseimbangan? Ada nilai negatif, maka ada pula nilai positif sebagai efek dari negatifnya.─ Si monster PMS (yang bernilai negatif) jikalau mampu ditangani dengan baik dan bijak, ia akan melunak dan berubah menjadi hal positif.
Wanita itu kuat dengan segala kelemahannya. Dari emosi-emosi negatif dan kelabilannya, justru mengajarkan kami, para wanita #cieee..., untuk senantiasa pandai mengontrol emosi dan nafsu─makan pada khususnya, jika tidak ingin badan anda melar─dengan benar dan perlahan-lahan. Dan jadilah Anda sekalian, wanita dewasa. Hahahaha. Wanita itu keren ya? Bijaksana, tapi labil! Seimbang bukan?




Oiya, catatan: 
MANFAATKAN LAH WAKTU KETIKA ANDA PMS UNTUK MELUAP-LUAPKAN KEMARAHAN(tapi marah yang ga lebai-lebai amat) TANPA HARUS DIMARAHI BALIK ATAU DIPERTANYAKAN MENGAPA ANDA MARAH-MARAH TANPA ALASAN YANG JELAS! POKOKNYA MARAH AJA(masih dalam batas yang dianjurkan)!
JADIKANLAH PMS SEBAGAI KAMBING HITAM UNTUK MELUAPKAN KEMARAHAN ANDA. Hahahaha. KESEMPATAN.
Begini caranya: Marah. Marah. Marah─walaupun tanpa alasan, pokoknya marah untuk meluapkan semua ganjal di hati. Sesuatu hal yang buruk disimpan terlalu lama, tidaklah baik─. Sangat marah*namun terkendali*! Dan katakanlah, "Maaf, saya sedang PMS"

***



Untuk postingan berikutnya, akan saya bahas tentang galau. Memanipulasi galau menjadi sesuatu hal yang positif. Jangan pesimis dengan galau. Hadapilah galau itu. Cintailah galau! *Uopppooootoyoooo....






Kosong adalah isi. Isi adalah kosong. Kosong sama-sama isi. Isi adalah kosong. Kosong adalah isi. 
Seraplah ilmu, saran, dan anjuran susuai dengan hati nurani. 


Daftar Pustaka: http://www.klikdokter.com/kebidanankandungan/read/2010/07/05/148/sindrom-pra-menstruasi-

Jumat, 16 September 2011

Aku Kangen.

Ya. "I Miss You"
Biasanya kata-kata 'I miss my mom, I miss Jogja, I miss my broterh & sister, I miss home, I miss my friends, and special I always miss You, My Lord' menjadi top words di dunia Failasufa ketika galau sumalau berlari menuju stadium 4.

-----------------------------------------------------------------------------


(1) Karena kesibukan bekerja─sebut saja rutinitas yang membosankan─, pada akhirnya saya sendiri jadi jarang ngaji sekarang ─Loh? Kok nyalahin rutinitas?─ dan jadi kangen sama My Lord. 


Sehabis solat dhuhur dan ashar di kantor, biasanya habis solat berdoa... menikmati cukup lama... Eh, Failasufa kok malah langsung tidur di atas sajadah mushola─sampe sempet bermimpi juga, cukup lama kan?─, sedikit doa serta tidak konsentrasi penuh. MasyaAllah. Astagfirullah. Langsung turu rek bar solat... Ra eling Gusti Allah. Nah, iki... Sik marakke ngadoh seko Gusti Allah. Astagfirullah. Dan, jadi lah si galau sumalau beraksi merasuki liang-liang hati. 
Biasanya, kalau agak njauh(-) dari Gusti Allah itu, ya begini efeknya... Galau sumalau dan berasa merindukan(+) Gusti Allah. Dinikmati saja... ketika jauh/khilaf(-), untuk belajar merasakan rindu(+). Tapi ya, njauhnya engga terus-terusan... Nanti Gusti Allah bener-bener lepas dari kamu, ga takut?




(2) Memang manusia itu perlu merasakan naik(+) turun(-), jatuh(-) bangun(+), datang(+) dan pergi(-), biar bisa merasakan bagaimana rasanya rindu. Kalau sudah ke arah negatif, nanti pasti positif akan datang, seperti teori keseimbangan yang saya tulis sebelumnya. Orang akan dapat merasakan kangen(+), setelah orang itu melalui dan merasakan fase pergi, jatuh, atau pun turun(-). 

Seperti juga kangen rumah, kangen teman-teman, kangen kota masa lalu. 
Setelah semua yang kita miliki pada masa sebelumnya, perlahan-lahan hilang. Sangat berasa kan kalau sesuatu yang kita miliki menjauh tak terjangkau, sementara waktu, lalu bisa-bisa menjadi hilang--ah jangan sampai? Walaupun sesuatu-sesuatu itu kecil. Baru terasa kalau sudah tidak berada di sekeliling kita.
  

-----------------------------------------------------------------------------

Jadi intinya, AKU KANGEN. Titik. 
Biarkan saya sedikit berlaku alai... ya?

Minggu, 28 Agustus 2011

Cercaan dan Pujian #Nyamuk


  1. Nyamuk itu bego, tolol, atau gimana si? Udah ngerti komplotannya banyak yang mati kena semprot, gebug, pites kalau dekat-dekat manusia. Masih aja mereka nekat. Mungkin semua itu demi keberanakan. Semangat reproduksi mereka begitu tinggi... SubhanAllah #Cercaan dan pujian
  2. Nyamuk itu tak lelah beranak pinak, ternyata demi manusia juga. Membantu rantai rejeki antara produsen (para perusahaan obat anti nyamuk+karyawan), dan  distributor (pedagang kelontong+mini market) #Pujian
  3. Nyamuk itu kalau dalam kedudukan manusia, mirip dengan profesi maling, pencuri, pencopet, perampok. #Cercaan



Semua yang ada di kehidupan adalah berdasarkan teori keseimbangan. Tentang nyamuk pun, teori keseimbangan berlaku. Ada cercaan, ada pula pujian. Cercaan untuk koreksi diri, pujian adalah doa.
Rasulullah SAW mengajarkan memuji manusia, ketika diberi kebaikan dengan ucapan jazakallah khair (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan). Pujian ini semata-mata dimaksudkan untuk mendoakan. Pujian mengingatkan selalu kepada Allah. Pujian berasal dari Allah. Pujian datang karena Allah. Allah lah yang menciptakan semua ciptaannya lengkap dengan plus dan minusnya. Pujian menyebabkan rasa syukur kita padaNya. Nilai plus berakibat mendapatkan pujian sebagai doa, ucapan rasa syukur dan terima kasih sedangkan nilai minus untuk mendapatkan cercaan dimana ia penting untuk koreksi diri.
*Nah kan, keseimbangan lagi. Memang bener kok, dimana-mana itu, teori keseimbangan selalu berlaku. -> Teori Demotivasi Vs Motivasi



Kasus nyamuk (1) #Cercaan pujian.
Cercaan=Diharapkan nyamuk senantiasa meningkatkan keberanian penyerangan pada manusia-tempat ia mencari makan untuk kepentingan reproduksi- dan juga meningkatkan kewaspadaan pada serangan kebencian manusia padanya.
Pujian=Pujian untuk nyamuk karena keberadaannya dan semangat tingginya untuk selalu bereproduksi adalah untuk kepentingan manusia juga. Yang mengakibatkan pujian pada Sang Pencipta nyamuk dan manusia, Allah SWT, dan rasa syukur kita pada Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Kasus nyamuk (2) #Pujian.
Pujian yang mengarahkan kita pada doa dan rasa syukur kita pada Allah Sang Pencipda Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Kasus nyamuk (3) #Cercaan.
Cercaan yang mengarah pada koreksi diri untuk (a) nyamuk, (b) yang diserang dan dicuri darahnya oleh nyamuk yaitu manusia, dan (c) yang dijadikan analogi yaitu maling/pencuri/perampok.

  • Untuk nyamuk: Kalau ga mau disamakan sama pencuri, pencopet, maling, atau bahkan perampok, tau diri dong kalau nggigit manusia, ga usah keterlaluan deh... *Curhat penulis, manusia yang terintimidasi oleh serangan nyamuk yang keterlaluan!
  • Untuk manusia: Kalau ga mau dicuri/dirampok/dimaling oleh nyamuk, makannya pakai obat nyamuk dong... Jaga diri dan hati-hati. Pakai salep anti nyamuk yang sehat kek... Atau pake pakaian panjang-panjang... Selimut juga sip!
  • Untuk yang dijadikan analogi: makannya jangan nyuri, mau disamain sama nyamuk? Elu itu kedudukannya lebih tinggi dari nyamuk kali... Makannya jangan ngemaling, nyuri, nyopet, atau bahkan ngerampok. Tega lu sama sodara sendiri-sodara senabi Adam gitu-berlaku kriminil... 




***
"Manusia perlu hidup seimbang demi keseimbangan batin dan jiwanya. Jika ia tak seimbang, dia akan terjerumus ke jurang kenistaan, kegalauan, dan ketikdakjelasan." 
by Failasufa Karima An-Nizhamiya.


"Variabel penyeimbang. Berbanding terbalik. Keseimbangan selalu ada elemen Positif dan Negatif. Baik dan Buruk. Malaikat dan Setan. Miskin dan Kaya. Dan seterusnya. Ingat, Allah aja menciptakan Surga dan Neraka. Seimbang kan? Jadi kita tiru dong konsep yang diciptakan Tuhan kita. Ya kan?"
by Failasufa Karima An-Nizhamiya
***


Rabu, 24 Agustus 2011

Teori Demotivasi vs Motivasi



Mengenai Teori Demotivasi sebagai Motivasi
Oleh @empap ni'am rouf azzaki, 23 Agustus,
- kontradiktif adalah, ketika kamu adiktif pada sesuatu (atau seseorang) tapi menahan-nahan diri, agar ketersediaanmu menjadi lebih berarti, (1)
- jadi keberhargaan sesuatu (atau seseorang) bisa bernilai berbanding terbalik dengan nilai keberhargaanmu, sesuai variabel penyeimbang (2)
- yaitu tingkat ketergantungan dan pengendalian diri menahan adiksi, (3) *twituwoopooooo,
- makin suka kamu sama orang, makin sering kamu tersedia buat dia, makin gak berharga kamu buat dia, makin gak seneng orang itu sama kamu, (4)


Dilanjutkan oleh @failasufakarima (edited) 23 Agustus
-justru nindas itu enak dan perlu untuk keseimbangan->orang kok baek mulu, sini deh, kadang perlu negatif. Sebagai penyeimbang. Biar sudut pandangnya lebar.
(Namun, ada juga batasan kenegatifan, yaitu, Kitab Suci.) Haha. Sok kece beriman… Tapi bener lho…


Penjelasann Teori butir nomor 2: 
Variabel penyeimbang. Berbanding terbalik. Keseimbangan selalu ada elemen Positif dan Negatif. Baik dan Buruk. Malaikat dan Setan. Miskin dan Kaya. Dan seterusnya. Ingat, Allah aja menciptakan Surga dan Neraka. Seimbang kan? Jadi kita tiru dong konsep yang diciptakan Tuhan kita. Ya kan?

Manusia perlu hidup seimbang demi keseimbangan batin dan jiwanya. Jika ia tak seimbang, dia akan terjerumus ke jurang kenistaan, kegalauan, dan ketikdakjelasan. *Melas pokoke


Penjelasann Teori butir nomor 1: 
Jangan terlalu kecanduan sama sesuatu (atau seseorang) dan nempel-nempel terus. Alangkah baiknya jika kamu sekalian mampu menahan-nahan diri seperti teori tarik ulur layangan (berasal dari anonym), jika ingin menjadi berarti dan berharga.
Lebih baik jadi orang cool kan? Berasa lebih keren mirip artis. Biasanya juga, orang-orang cool lebih banyak penggemarnya disbanding dengan orang yang terlalu rewel, nempel, dan kecanduan tanpa pengendalian diri yang tinggi.
Oleh karena itu, muncul lah Teori Motivasi dari Demotivasi (Teori Keseimbangan) agar kalian tidak terperosok ke jurang yang curam. Demotivasi dimunculkan agar kalian termotivasi untuk menjadi sukses. Menjadi manusia cool yang nantinya juga akan membuahkan hasil pada saatnya. Menjadi orang cool itu keren lho…


Penjelasann Teori butir nomor 3:

Jika ketergantungan seseorang itu tinggi, maka berdasarkan teori keseimbangan, tingkat pengendalian diri menahan adiksi rendah. Kesimpulannya, jadilah manusia cool… Manusia cool itu biasanya, pengendalian dirinya rendah, karena dia sudah biasa untuk cool, cuek. Dia memperhatikan banyak namun tidak terlalu banyak beraksi yang tak perlu. Cukup lakukan seperlunya serta tidak perlu terlalu banyak mikir.


Penjelasann Teori butir nomor 4:
Jangan nempel-nempel deh… Beneran. Bisa menimbulkan gilo, ga respek, dan mencampakkan. Karena orang kira, kamu itu orang yang terlalu ga ada aktivitas yang laen atau bisa disebut, hidupmu hanya berkutat nempel-nempel saja. Dan juga kamu akan sangat mudah dianggap sebagai manusia yang mudah diraih. Ga asik ah! Terlalu mudah diraih. Ga asik!

Penemu Teori Keseimbangan Asal Jawa

Tentang Penemu

Bapak
Anak

Penemu teori keseimbangan yang berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur adalah bapak palsu (Ni’am) dan anak palsunya (Failasufa). 
Failasufa adalah anak dari seorang Pengajar Ilmu Filsafat, bernama Nidlomun Ni’am, di salah satu Universitas Swasta di Jawa Tengah. Failasufa kemudian menjalankan takdirnya bertemu tak sengaja di sebuah mall terkenal di Surabaya dengan Ni’am Rouf Azzaki (seseorang yang tak sengaja memiliki nama sama dengan nama bapak aslinya Failasufa), Ni’am yang lain selain bapak aslinya. Ternyata setelah berkenalan cukup lama, entah kenapa mereka cocok dalam pemikiran. ─Mungkin faktor takdir atas dasar hubungan nama genetik diantara mereka, Bapak (palsu) dan Anak (palsu). Ni’am dan Failasufa.─ 

Mereka adalah orang yang berbakat berfilosofis dan menemukan terori-teori keseimbangan. Postingan selanjutnya adalah salah satu dari teorinya yang telah terpublis via twitter.

Senin, 06 Juni 2011

Mimpi-Realitas

Mimpi-Realitas=Harga diri
Harga diri tinggi adalah yang bernilai 1.
Terserah mau ubah-ubah nilai yang mana, yang penting nilai harga diri 1. haaa haaa...

*Ilmu saya comot dari buku catatan kuliah tetangga kamar kost saya, Amanatia Junda, teori om XXXXX. Lupa.
jadi harga diri paling tinggi sebenarnya adalah NOL! Cuma kalau sudah bernilai NOL, ga asik... Berasa flat- datar-mentog-tidak punya ambisi... Dan jarang ditemukan nilai harga diri NOL

Cara bermain pernyataan ini:
Mimpi dan Realitas, coba dikonversikan ke nilai kualitas mimpi/realitas. nanti ada angka-angkanya. standart nilai kualitas mimpi/realitas yang menentukan adalah diri sendiri.

Dan penjelasannya adalah seperti ini:
Kualitas mimpimu tinggi (nilai 10)-realitas(kualitas kenyataan bahwa realitasmu bernilai 8)=harga diri bernilai 2...

Misal: (saya menggunakan kata ganti XYZ/dia)


XZY adalah seorang anak lulusan arsitektur(karena saya mantan mahasiswi arsitektur, permisalan saya menggunakan profesi arsitektur ya), dia bermimpi bahwa suatu saat 7,5 tahun setelah lulus sudah menjadi seperti seorang Emil yg sudah punya PT sendiri, punya banyak karyawan, sumbang sih ini itu dalam skala makro maupun mikro, jadi bintang iklan, dll. Kualitas nilainya sebagai seorang mahasiswa arsitektur itu bisa dikata dapat nilai 10 lah...


Nah, realitasnya XYZ dalam kurun waktu 7,5 tahun itu mampu memiliki pencapaian itu (punya PT sendiri, banyak karyawan sedikit di bawah Emil, namun masih belum bisa jadi bitang iklan) karena dia adalah seorang pekerja keras, rajin, ulet. Kasih lah nilai realitas itu 8,5 lah...


Kalau dimasukkan dalam rumus di atas. Mimpi(10)-Realitas(8,5)=Harga diri(1,5)... Nah harga diri mendekati nilai 1 kan? Yang artinya bahwa XYZ mencapai tingkat kepuasan pribadi atas harga dirinya sendiri. Mimpinya tinggi, oke... Dan dia dapat mencapainya... Nah, asik kan? seneng kan?


Beda lagi kalau ternyata kenyataan, bahwa XYZ semasa mencapai mimpi itu (yang di atas pengen jadi sekelas Emil), dia kurang berusaha keras, dan ternyata realitasnya bahwa selama 9 tahun dia masih aja jadi pegawainya Emil ato pegawainya arsitek siapa lagi lah... Nilai realitasnya kasih lah 5... Nah, kalau dihitung2 kan Mimpi(10)-Realitas(5)=harga diri(5). Naaah.... kepuasan pribadi kurang, ambisinya tinggi, namun realitasnya kurang memuaskan. Jadi kalau mau harga diri bernilai 1 atau menurut hemat saya kepuasan pribadi tercapai, ya tinggal diubah2 aja angkanya... Mau mimpinya diturunkan kek, atau realitasnya di naikkan (XYZ lebih 300% bekerja keras ulet tekun)

Ini semua adalah penjelasan penting untuk menilai target, ambisi, mimpi, menstabilkan emosi, memberi semangat hidup untuk mencapai nilai realitas tinggi agar mendapat nilai harga diri tinggi, yaitu 1. Saya tidak bilang 0, karena nilai 0 itu datar. Udah berasa hambar hidupnya.


Oke maturnuwun. Semoga membantu agan-agan dalam menstabilkan semuanya. Amin.
Jikalau ada yang salah, itu datangnya dari saya. Jikalau benar, datangnya dari Allah.