Tampilkan postingan dengan label Big Big Boom Boom Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Big Big Boom Boom Life. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 November 2016

Allah Memang Yang Maha Bercanda

Men.. saya balik lagi nulis. Yay! Biar tetep bisa dibilang punya blog lah, ga ditelantarkan doang. Kadang diisi, kadang (di)kosong(i)..


Jadi begini, now, i'm merried woman. Wow. I have a husband and i love him with all my mind and my heart. Ya kadang sebel-sebel kesel sampe pengen bilang, "gileee.. Guwa harus gini amat ya nikah sama orang kayak dia? Kampret dah! Pengen kabur.. kabur-kabur.. bakar-bakar.. Kabur aja deh.." Tapi ya kemudian itu cuma tercuat di pikiran doang, saya sebagai istri solihah gitu ga boleh maen kabur begitu aja kalo lagi marahan sama suami. Aturan di Islam kan kalo pergi harus ijin suami. Nah balik lagi ke adaptasi ya setelah berkeluarga, baik itu adaptasi kebiasaan, karakter, dan waktu! Obviously, Saya masih belom terbiasa dengan ritme emak-emak yang masak tiap hari--saya baru menikah 28 hari ya Allah, dan suami suka sekali dimasakin istrinya, bagaimana mungkin saya tega untuk tidak memasakkan suami menu makan siang dan makan malam?-- Suami sebenernya ga nuntut harus masak macem-macem sih, telur dadar aja dia udah suka. Cuma sayanya yang kesian kalo suami makannya itu-itu melulu, kan bosan ntar.. Akhirnya dengan saya yang belom biasa memasak dan belajar memasak dengan level di atas telur dadar, kan ya butuh waktu masak lama kan ya... Dan dar! Saya masih susah membagi waktu dengan diri saya sendiri (kayaknya saya kebanyakan procastination juga) baik itu menggambar atau pun membaca buku.

Minggu, 03 April 2011

LULUS NGARSITEKTUR 4 tahun 7 bulan

Nih, kembang buat kamu, kamu, kamu, dia, dan mereka
Alhamdulillah dan Bismillah. Allah SWT.

Yeaah... Tugas Akhir Arsitektur yang bernama PD (Pengembangan Desain) telah tertelan dalam-dalam dalam kubangan pijakan bekas kaki mammoth jaman pleistosen. Hahahahhaa. Saya lupakan kamu! Bukan hanya saya, tapi dia, dia, dia, dan mereka! Dua bulan dalam karantina Studio TGA Arsitektur? Sudah bukan masa kami. Hahhaha. Pergi sana, jauh-jauh dari kami. Ga mungkin kamu kembali lagi, karena Alhamdulillah kami dinyatakan lulus secara non official. Biarlah. Yang penting sudah ada gosip, kami Lulus.

Kami: Yosi, Russel, Mbak Tia, Mas Yonas, Mas Pepeng, Mbak Mayang, dan tentu saya sendiri, termasuk gelombang yang akan wisuda bulan Mei.

Selamat buat kami! Yeaaii! Siap-siap wisuda.
Tidak lupa berucap,

"Maturnuwun buat tangan-tangan yang sudah banyak membantu untuk menjadi genap 3/3...(Rangga, Russel, Yosi, Mas Yonas, Mbak Tia, Nuri, Diaz, Ndaru, Jenni, Arkhan, Aida, Nadia, Anin, Arum, Roni, Desy, Teguh, Bhima, Rizal, Mas Gusto, Dion, Airlangga CU, Pap (Bapak palsukuku), Boo, Primerz, Pak Ism, Pak Mar, Pak Sayid, dan tentu Bapak Ibu Adik sekeluarga. Loh, malah borongan...) 
dan,
Selamat berjuang buat yang sudah 1/3 dan 2/3... selamat bersenang-senang ke perjalanan berikutnya. Semoga lancar dan betah bertahan. Amin."


Selamat ke perjalanan luar angkasa jalur berikutnya, pastinya lebih menantang, namun yang pasti menghasilkan duid... hahahhahaa. Senang. Senang. Senang. 

Minggu, 05 Desember 2010

Mukena Balqis-Tanteku







Nah, ini dia hasil cipta rasa karya untuk mempromosikan Mukena Balqis Sulam Pita buatan tante saya. Pratmini Widyana.


Desain Mukena+Sulam Pita : Pratmini Widyana
Model : tentu saya sendiri
Poster: tentu saya sendiri juga
Harga: Berubah berdasarkan harga kain sedang naik ataukah turun


Promo ini saya buat memang murni bertujuan untuk memajukan bisnis tante saya, sekaligus program senang-senang saya-foto ceprat cepret ketika liburan di rumah.
 --------------------------------------------------------  

Poster Iklan Mukena

Lokasi Sulam-Pitanya
Detail Sulaman Pita
Detail Mukena-Bagian Tas Mukena

Bagaimana?
Lumayan kan?
Makannya beli… :)

Saya juga pake lho… itu yang saya pake,
Sudak saya beli.
xixixiixixixixixixi
--------------------------------------------------------

NB::: Mohon fotonya jangan ditertawakan, walaupun ndeso-nggilani-katrok-kamso-telo pohong-ubi jalar. Mohon dinikmati saya dan ambil hikmah dari itu! Kalian jadi ngerti visualnya kan... hohoho 

Senin, 22 November 2010

Saya Mau Dan Pingin!

Selamat pagi, semoga hari cerah!


Yup, Kali ini, sepertinya saya sudah agak sembuh dari penyakit ngenes. Dan maaf, kemarin-kemarin adalah postingan tentang sajak-misuh-misuh melulu. 

Buang-buang energi dan waktu. Jadi, kenapa perlu marah lama-lama? Sudah, sebentar saja cukup.

Mending produktif. Menghasilkan uang. Untuk pelampiasan pembuktian pada Mr. Napoleon saya―woooww… namanya tampak sip dan keren. Tapi, tolong! Mohon! Jangan bayangkan ia seperti bule Prancis atau bahkan sampai mahir menunggang kuda bak panglima perang. Teramat sangat jauh. Dia standart. Not bad la.... Saya hanya ingin mengangkat namanya agak baik saja. Biar terlihat sangar!
--------------------------------------------------------------------------


 Oke, kali ini saya akan produktif dan menghasilkan uang.



Rencana-punya rencana.
SAYA MAU DAN PINGIN PUNYA BUTIK!  
Buka lapangan kerja buat orang lain―tentu saya menejer utamanya, penggagas, dan pendesain konsep, yang akan didukung dan dibantu oleh teman saya, Amanatia Junda dalam hal bahan, konsep, dan humas.
Tentang tema. Tentu masih rahasia. Tunggu saja tanggal mainnya. Kita, hebat! Proud of Us!
Oh ya, tentu background pendidikan kita mendukung usaha kita nanti. Kita, desainer!
And We Start from Zero!  


Wow, tapi masalahnya adalah, saya masih kuliah dan TA, teman-teman. TA. TA. TA. Tugas Akhir. Jadi mungkin realisasinya masih agak ngesot. nyiput.

--------------------------------------------------------------------------
   
Kembali tentang Mr. Napoleon, LAGI. Kenapa saya ulas mengenai dia, LAGI? Karena memang pas untuk bahasan ini. Dia anak orang yang mungkin bisa membantu saya dalam mencapai BUTIK itu sendiri. Ibunya bisa menjahit. Dan saya mungkin akan berguru padanya. Apakah saya harus senang atau sedih? Jelas senang lah! 
Bahasa populernya adalah "sambil menyelam minum air".
Tau sendiri kan alasannya apa? Dasar wanita!
Saya belum positif membuangnya 100%.
Kesalahannya belum parah, hanya tidak peka.
Untuk sisa yang lain, bisa dibilang orang yang paling bisa menghadapi saya.
Oh, out of content maaf.
Curcol sedikit lah.


--------------------------------------------------------------------------

Oke, mari berkarya dan hasilkan banyak duid. Apa coba tujuan punya duid? Adalah untuk amal yang banyak, keluarga kita kelak agar sehat berkecukupan fasilitas dan sarana, serta haji, *amin* karena saya Islam>> bisa dilihat dari nama saya.

Rabu, 10 November 2010

Burjo & Anak Kost

Poster Jualan Indomie di Kosan

 
Bosan. 
Satu kata yang tepat ketika menjadi angkatan lansia di kampus. Bosan urusan kuliah, bercabang dengan otak ‘penghematan’.

Berakhir pada kebutuhan memutar alur sirkulasi duid anak kost. Tercuci otak saya―didampingi dengan kedatangan para sahabat Primerz lantai 2 yang bertanya pada saya akan keberadaan indomie tersebut, dan “cling cling” >>> muncul ‘si rejeki akan datang’.

Usaha burjo kosan bagaikan ‘kilauan sinar matahari pagi; bening, dan segar’. Peluang emas, dengan hanya bermodalkan waktu dan tenaga serta sabun cuci. Karena sudah mendapat supply gratisan gas, kompor, dan pinjaman panci.

Yes! 
Berdiri, mandiri. Burjo Lantai 2 Asrama Putri Primasari. Dan berhasil diincar pelanggan, anak kost dan tamunya―kadang, . Usaha selancar jalan tol―selain Jalan Tol Jakarta, dengan sedikit terganggunya kenikmatan saya menonton acara drama korea ketika itu. Atas nama keprofesionalan serta nama baik, acara tersebut tak terelakkan lagi, tertinggal 80% tayangan. Menyesal, namun bangga! Hahahhaa. Bravo!

Letter for Alfu

Alfu & Me

Kita, teman sekost. Berteman sudah sangat lama. Kita bisa disebut pasangan adik-kakak lesbian aneh. Tentu saja saya memposisikan diri sebagai adik karena saya setahun dibawahnya. 

Wajar, dalam hubungan 'berteman' ada berantem-berantemnya sedikit. Awal mulanya memang saya salah. Tapi yah begitulah, namanya lidah tak bertulang. Ada kata yang menusuk telinga, tidak enak ditelan masuk ke ulu hati. Muntah lah saya padanya... 

Dan, jadilah surat berantakan ini. Saya persembahkan untuk teman saya tercinta, Alfu.
  

Sekitar Mei 2008

/Assalamualaikum wr.wb.



Dengan Hormat, saya Failasufa kamar n0.36 memohon maaf atas kesalahan yang telah saya perbuat pada Alfu Laila kamar no.29



Sorry mbak…aku ra gelem nambah-nambahi doso meneh….diijinkan untuk marah tidak lebih dari 3 hari…entah ini hari ke berapa,,,,seng penting aku meh ndang cepet-cepet njaluk maaf.



Oke…Aku njaluk ngapurane….aku salah kakehan omong karo Aci dan tidak bisa tutup mulut gara-gara kakehan omong, mungkin pas kuwi tak ndarani kowe arep takon2 Aci langsung, dadi sekalian wae daripada kw suwi takone mending tak cepetke langsung ngomong karo Aci. Oh….ternyata tetap tidak diijinkan…Dadi…Please give me your apologize…. saya tidak akan mengulangi kesalahan saya untuk kedua kalinya...



Silahkan saja mbak Alfu membatasi semua perkataan yang mbak Alfu anggap rahasia dan tidak perlu mbak Alfu ceritakan pada saya. Itu hak mbak Alfu.

Maaf kalau saya terlalu sering mengganggu kediaman mbak alfu, saya tidak akan terlalu sering mengganggu lagi. Sorry. Selimutmu tak balekke bar tak cucike. Thx.



Omongke Sorry nggo mbak Fitria sekalian.

Oke. Sekian surat dari saya.



Wassalam./

NB::: Saya membacakan keras-keras padanya, di depan pintu kamar 29. Seperti seorang deklamator menggebu-gebu sambil mengeluarkan pedang, dan berhasrat untuk menggorok leher pendengar setianya, depan pintu kamar. Melotot aneh, heran, dan brrrrr.... dia anggap saya gila mungkin.

This is Alfu, she's so cute