Senin, 22 November 2010

Saya Mau Dan Pingin!

Selamat pagi, semoga hari cerah!


Yup, Kali ini, sepertinya saya sudah agak sembuh dari penyakit ngenes. Dan maaf, kemarin-kemarin adalah postingan tentang sajak-misuh-misuh melulu. 

Buang-buang energi dan waktu. Jadi, kenapa perlu marah lama-lama? Sudah, sebentar saja cukup.

Mending produktif. Menghasilkan uang. Untuk pelampiasan pembuktian pada Mr. Napoleon saya―woooww… namanya tampak sip dan keren. Tapi, tolong! Mohon! Jangan bayangkan ia seperti bule Prancis atau bahkan sampai mahir menunggang kuda bak panglima perang. Teramat sangat jauh. Dia standart. Not bad la.... Saya hanya ingin mengangkat namanya agak baik saja. Biar terlihat sangar!
--------------------------------------------------------------------------


 Oke, kali ini saya akan produktif dan menghasilkan uang.



Rencana-punya rencana.
SAYA MAU DAN PINGIN PUNYA BUTIK!  
Buka lapangan kerja buat orang lain―tentu saya menejer utamanya, penggagas, dan pendesain konsep, yang akan didukung dan dibantu oleh teman saya, Amanatia Junda dalam hal bahan, konsep, dan humas.
Tentang tema. Tentu masih rahasia. Tunggu saja tanggal mainnya. Kita, hebat! Proud of Us!
Oh ya, tentu background pendidikan kita mendukung usaha kita nanti. Kita, desainer!
And We Start from Zero!  


Wow, tapi masalahnya adalah, saya masih kuliah dan TA, teman-teman. TA. TA. TA. Tugas Akhir. Jadi mungkin realisasinya masih agak ngesot. nyiput.

--------------------------------------------------------------------------
   
Kembali tentang Mr. Napoleon, LAGI. Kenapa saya ulas mengenai dia, LAGI? Karena memang pas untuk bahasan ini. Dia anak orang yang mungkin bisa membantu saya dalam mencapai BUTIK itu sendiri. Ibunya bisa menjahit. Dan saya mungkin akan berguru padanya. Apakah saya harus senang atau sedih? Jelas senang lah! 
Bahasa populernya adalah "sambil menyelam minum air".
Tau sendiri kan alasannya apa? Dasar wanita!
Saya belum positif membuangnya 100%.
Kesalahannya belum parah, hanya tidak peka.
Untuk sisa yang lain, bisa dibilang orang yang paling bisa menghadapi saya.
Oh, out of content maaf.
Curcol sedikit lah.


--------------------------------------------------------------------------

Oke, mari berkarya dan hasilkan banyak duid. Apa coba tujuan punya duid? Adalah untuk amal yang banyak, keluarga kita kelak agar sehat berkecukupan fasilitas dan sarana, serta haji, *amin* karena saya Islam>> bisa dilihat dari nama saya.

Jenis-jenis pengungsi dan relawan

setelah Merapi Effect 5 November 2010


Mari saya ceritakan mengenai berbagai jenis pengungsi dan relawan berdasarkan survey mata dan telinga saya―tenang indera-indera tersebut, masih normal nempel disaya. Jadi bisa dipercaya. Kecuali otak saya, karena belum diperiksa apakah agak sedikit rada rusak atau untung masih normal―. 

Oke, kembali ke topik awal. Pertama, saya sampaikan bahwa dampak dari efek merapi, sangat kencang, seperti angin “wuzz wuzz wuzz…” menyapu dan menghujani semua. Dan tentu efeknya adalah munculnya perubahan status warga, dari penduduk biasa jadi “Pengungsi” dan “Relawan”.


1. Pengungsi Asli
yang diharuskan dan dipaksa alam meninggalkan rumahnya karena keadaan yang masih “AWAS” dan berada di zona tidak aman. Dan akhirnya mereka diungsikan di―tentunya―tempat-tempat pengungsian. Namun ada pula pengungsi yang minggat ke hotel atau ke silaturahmi ke rumah saudaranya. Hem, disini tidak akan dibahas mengenai nasib pengungsi beruntung karena mereka sudah beruntung. Disini hanya akan dibahas Pengungsi Asli ngenes.

Karena mereka pasti membutuhkan relawan karena memang datangnya mereka hanya bermodal jiwa dan raga, tanpa duid―masih berharap masih ada ATM tersisa bagi ‘Pengungsi Asli ngenes’ di pengungsian? Nonsense.


2.
Pengungsi Jadi-Jadian
Mereka adalah pengungsi yang levelnya dibawah pengungsi asli. Mereka lebih bersifat agak kurang diharuskan. Ada dua status pengungsi jadi-jadian, yaitu penghuni asli jogja yang punya rumah di jogja, dan anak-anak kost yang nelangsa. 


Jadi begini, mereka ketakutan, phobia, freak, termehek-mehek dengan keadaan sekitar, dan tidak kuat terhadap tekanan baik dari kondisi kejiwaan, lingkungan sekitar, ataupun pihak keluarga yang mengancam semacam ini, 
“Kalau tidak pulang, saya pecat kamu jadi anak! Pulang cepet!” 
Oh God… 
ada juga tambahan alasan pengungsi jadi-jadian ini yaitu memanfaatkan waktu libur yang diberikan kampus mereka, lalu mereka “cling” mengungsi. Oh ya satu lagi tertinggal, pengungsi jadi-jadian yang terusir secara paksa disebabkan ibu kos minggat tak bertanggung jawab* Sakke… Ada saja alasan mereka untuk mengungsi.

 

Nah, berikutnya akan dibahas mengenai perubahan status penduduk biasa menjadi relawan. Namun disini hanya dibahas penduduk berstatus anak kuliahan saja, karena mengingat saya dan sekitar adalah anak kuliahan juga*ingat sumber analisis ini adalah berdasarkan mata dan telinga saya yang masih menduduki jabatan anak kuliah.


1.
Relawan Sejati―menempati posisi satu

Jadi relawan jenis ini berhati emas. Berjiwa sosial tinggi―dan mungkin dalam dunia kayangan mereka diangkat menjadi dewi kwan-im, sang penolong. Murni memang, dari awal sudah terpanggil jiwa sosial tingginya untuk terjun langsung tanpa pikir panjang, setelah ada lowongan pertama kali untuk menyandang gelar relawan. Jenis ini update terhadap sekitar.

Relawan ini menjadi sejati karena mungkin―mungkin lho mungkin―, ia termasuk pengungsi asli, yang kudu meninggalkan rumah, lalu jiwa raga serta hatinya makin tersentak dan berenergi 200% bergabung dalam komunitas relawan sejati.

Daya juangnya mungkin sampai titik darah penghabisan sampai hal pengungsian bersih tuntas.



2.
Relawan Duapertiga
Relawan yang masih berhati emas dan ada sedikit karat. Sedikit. Jadi mirip seperti pelarian. Kemungkinan dia jadi relawan adalah karena;  
dari pada useless di rumah 
· mencoba pengalaman baru, mumpung musim jogja attack, dan mumpung masih di Jogja juga*kapan lagi ada kesempatan emas seperti ini 
· menginginkan keadaan yang lebih terasa aman di posko pengungsian dari pada di rumah/kosannya 
· sangat ingin suasana ramai karena tidak ingin sepi di rumah /kosan yang kosong
· perluas link untuk pertemanan 
· ikut-ikutan, ramai-ramai bebarengan 
· siapa tau dapat makanan gratis disana, keuangan lagi mepet 
· sembari menunggu diusir ibu kos 
· sekalian menunggu hingga orang-orang sekitar menyandang status ‘pengungsi jadi-jadian’ kemudian ia pun pada akhirnya menambah data jumlah ‘pengungsi jadi-jadian’.  
· ada tambahan?

Daya juang jenis ini sesuai dengan angkanya, yaitu duapertiga dari satu. Tentu sumbangsihnya adalah antara duapertiga hingga setengah.



3.
Relawan Sepertiga―hingga hampir menuju titik nol

 Untung masih ada hati. Relawan jenis ini memang agak sedikit kebangetan. Namun masih bisa disebut sebagai relawan karena apapun tujuannya, ia masih mau mengabdikan diri sebagai relawan. Jalan-jalan, cuci mata cari-cari wajah sumringah cerah sana-sini, atau bahkan mungkin ada yang benar-benar niat, sampe relawan/relawati pun dijadikan kecengan.

Sedangkan daya juang jenis ini jumlah hari yang didapat mungkin antara satu sampai tiga hari. Atau jika memang niat banget, bisa tahan sampai masa pengungsian habis.

RUMAH2


Hanya berusaha, mengumpulkan sisa-sisa memori penting gak penting, di RUMAH2.
Antara menulis hal guna dan gak guna.
Save as in document, hard memorial.
Karena,
Soft memory dalam jejaring syaraf-syaraf otak kalian bisa terkikis hilang.
Manusia. Lemah tanpa backup memory dalam hard-nya.


Mari kita mulai, perlahan-lahan mengcungkil si memori terpendam, tentang…



RUMAH2

―sebutan ramah tamah bagi rumah antara peraduan rumah 1 dan rumah 3

In Memorial…. Waktu, tempat, dan penghuni.



Rumah pinggir jalan.
Rumah tetangga si Kali Progo.
Belakang post jual bensin dan home industri dunia perjahitan pakaian.

Kisah, muda mudi, 7 MAHAsiswa+siswi, KKN PPM-UGM Unit 41.
Hidup, tinggal, numpang, makan, semena-mena sakkarepe dewe.
Selama, cukup dua bulan saja.
Di rumah2.



Kita, dipertemukan oleh. Nasib!
KKN dan tarian jari jemari lentik si Nova, selaku ketua Unit 41,
menuliskan nama “bertujuh” secara acak di papan tulis salah satu ruang di gedung TPHP UGM.
Tentang nasib kenaasan kita atau keberuntungan kita.
Entah naas atau beruntung, bisa dideskripsikan masing-masing kepala.
Kalau bagiku, FAILASUFA, antara naas dan beruntung.
Tapi untuk lebih menyenangkannya, ketik saja BERUNTUNG!




Administrasi data RUMAH2;
PEMILIK           :::  Pak Hardjo Darun dan Bu Darun
Pekerjaan        ::: Pak Hardjo Darun, Pensiunan PM (Polisi Militer), tahun? Ga reti.
Bu Hardjo Darun, Pendamping Pak Hardjo Dalun dalam menyelami bahtera rumah tangga sampe diusianya yang tentunya sudah nampak lebih puluhan tahun dari usia setengah abad.



Lalu Kita? Sebagai siapa? Adalah tukang ngrusuhi rumah lansia pantogwetan.
Bertujuh, adalah
1. Teguh Tristanto/Triswanto/Triswawan
2. M. Fauzi Affan
3. Mirzal Andriansyah
4. Ronny Purba
5. Bhima Bhakti Hutama
6. Jachinta Desy Kencanawati
7. Failasufa Karima An-Nizhamiya



Tamu Langganan RUMAH2::: Nadia Sarasati yang sekedar ber cuap-cuap ria, berkelana mencari kedamaian jiwa, atau hanya sekedar bertemu Fela, bekerja sama dalam love and peace...

Dalam RUMAH2, anggap saja satu keluarga sementara RUMAH2.
Home sweet home dibanding rumah-rumah lainya.

Selasa, 16 November 2010

Dua minggu, setelah lalu



Ini pagi.  
Kuhirup udara, kubuka mata.
Perlahan.
Aku suka―Reda. Dan sedikit padam.
Nafasku, tak lagi menghambur jauh.
Kini menjilat tiap jengkal tenggorokan, 
hingga lahap si udara berlenggang ke paru,
tanpa terengah-engah berat dalam pekat.
Bongkahanmu, mulai melambung dan memburai
hanya sisa secuil.
Hanya!
Dan hanya sisa secuil.
Dua huruf vokal dan tiga konsonan. Cukup.
‘Hujan’, aku sebut nama samaranmu itu.


Jujur, seperempat rasa masih suka,
namun, bersilang sisi, tiga perempat batinku berkata, 
bahwa,
Aku ingin misuh hebat.


‘Wasyu kamu beib…’
Adalah untaian makian, kupersembahkan untukmu.
Yang mungkin masih terlalu apik.
―Maaf sayang, mungkin begini caraku melupakanmu―


Dulu,
siluetmu yang sedikit bengkok sambil tersenyum lucu,
hingga ujung rambut bertumbuk uban,
aku hafal.
Dan rasamu yang seperti enau, enau itu candu!
Manis namun buat penyakit,
aku hafal.
Enau, kamu! Kamu memang enau!


‘Hujan’
Deras melukai, mehancuri hingga fragile
Mati rasa. Merana. Membekas luka.



Itu, dua minggu lalu dirundung duka.



:::teruntuk mantan kekasihku, mantan suamiku, yang menceraikanku dengan wasyu:::

Jumat, 12 November 2010

Sir...

Tegas dan berwibawa.
Kataku, jengger merah maskulinmu jantan.
Bola matamu―yang biasanya pada jenismu, kumakan perlahan jika endas itu dijadikan opor,
Terlihat macho, sayang…
Itulah alasanku, menaruhmu pada header blogku, I’m A Sir
Pantas memang, seorang Tuan untuk Puan.


Waktu membiru, mengetuk
antara tanganku, mataku, hatiku, menemuimu.
Aku jatuh hati padamu, 
Waktu itu,hanya dalam beberapa goyangan saja, tiga dua satu!
Cepret-cepret sigap! kuambil gambarmu
*untung aku masih sempat mengabadikanmu dalam soft file .jpg
Dan aku memang tau, tatapan kesangaranmu, 
Sangat pas! Untukku
Sayang kamu hanya seekor jago
Sepantasnya, kamu jadi orang macam aku…
Haaahh….

 
Mengenangmu, saat ini dan saat itu
Di Pasar Ngasem kutemukan jejakmu
Aku rindu padamu jago-ku…
Kamu menghilang berceceran bercampur
Mungkin tulang sudah jadi abu,
sebelum sebadan dijual, digorok, lalu dimakan lahap ‘haup-haup’
Makannya, kamu jadi makhluk seperti aku saja, 
Namanya, manusia… 

Canon Eos Rebel oleh Failasufa, 09.00 A.M, Ngasem

Kuburan Kenangan:::
Sendiri menemuimu, bermodal kamera, di NGASEM sebelum diluluh latakan, 
hancur, pindah lokasi pada calon tempat yang aku tidak suka. 

Kamis, 11 November 2010

Obat Ngilu

Dari penyakit ngenes, terlunta-lunta, nelongso! 

“memang salahmu melewatkanku tak mencariku sepenuh hati. Kumaafkan kamu. Kesalahanmu melewatkanku hingga kukini dengan yang lain. Kumaafkan kamu...”

Tips penggembira hati orang-orang yang terlihat ngenes, negative thinking, dan desperate. Atau lebih tepatya orang-orang biasanya menyebut dengan istilah Broken heart.
Adalah gubahan lirik dari lirik aslinya ‘Yang Terlewatkan’ oleh Sheila On7.

“mungkin salahku melewatkanmu tak mencarimu sepenuh hati. Maafkan aku. Kesalahanku melewatkanmu hingga kau kini dengan yang lain. Maafkan aku…” (lirik aslinya)




Bagaimana? 
Terlihat kan beda antara lirik asli dan lirik gubahan? 
Sangat jelas tentunya.
Inti lirik gubahan ditujukan agar yang ngenes adalah,
‘Mu’-nya bukan ‘Ku’-nya.
‘Ku’- nya tetap hidup dan bersahaja, semangat, berenergi, serta sekalian saja macho!
Dan tidak nelongso.

Keren kan efeknya?
Berpengaruh hampir 100% untuk menyemangati jiwa kalian, 
dan membuat jiwanya terpotong-potong, tersayat-sayat ngilu menyesal seumur hidup.
Untuk gambaran pas dan mantab adalah seperti ini, contoh pisuhan rada sopannya,

 

::: Nangis-nangis saja sana! Lempar jauh-jauh muka Anda. Go jump in the lake! Menyesal lah Anda. Melewatkan Saya. Oke! Saya buktikan. Sukses tanpa Anda yang otaknya ada di dengkul.
Sukses dan dapat pasangan jauh lebih baik dari Anda! Dan Anda akan meronta-ronta menyesal setengah mati, melewatkan saya. Hahahhahaha*tertawa setan. Rasain! :::


ehehheehe...


Yeah, just like that and so on. Enjoy it. Semoga cukup menyemangati. Buktikan Anda bisa dan Anda keren. You’re so damn cool! Yeaaahhh…

"whole world seems so wonderful to me..."














"whole world seems so wonderful to me...
whole world seems so wonderful to me..."
(Catch the Windblows ::: endah N rhesa)

Masih belum sekarang! Bagiku.
Entah kapan, semoga cepat.
Mati ini cepat berubah hidup lagi.
Otakku masih beku, gila, dan rusak. Parah!
Otakku bahkan jatuh. Ngglinding.
Dari posisi paling brilliant sedunia.
Menjadi posisi paling dumb sedunia.
Perut bumi terdalam? Mungkin.

Saya ingin, kamu hilang!
Hilang kamu, hilang!
Saya akan sangat senang kamu mampu hilang selama-lamanya!
Tapi bukan berati. mati.

Dapat kah? saya menghapusmu, ha?
Menghapusmu, sampai ke oyot-oyotnya.
Tapi, saya, gagal.
Melempar gelap dari hidup sehatku.

Pada akhirnya
Ribuan kata, saya kirimkan padaNya.
Memohon.
Hilangmu, adalah kebahagiaan,
dalam hariku, hidupku, dan kilatan gigi putihku
akan menjadi lebih baik esok hari,
sumringah!

Saya hanya, ingin kamu hilang tanpa hentakan nafas “haaah…”-ku
Saya hanya, ingin si “indah” datang padaku, lagi.
Esok hari, saya ingin, bangun dengan segar udara tanpa sedikitpun cuilan namamu. Di otakku.
Berdesing-desing memutar seperti lalat “nguing nguing”

Saya akan berkata “WAAAAW…” jika…
saya bisa membumi hanguskanmu dari dendrit-dendrit syaraf memoriku!
Saya akan berucap syukur pada Tuhanku,
Telah memperbaiki otakku, benang kusutku,
kembali rapi sistematis dan tertata seperti semula.
Hanya butuh waktu,
Hanya butuh waktu, saya akan mengerti secara sempurna takdirNya
Kado indah dari Nya untuk abdiNya
Saya!
Dan yang lainnya!

Terima kasih

One Man!


One man!
Can rush my hair, my mind, my knees, and all.
Make me confuse. Make me smile. Make me cry. Make me zzzz… oh men…
Hey, why Allah give a guy like you for me?
It’s funny!

Who are you?
What the hell magic that you gave to me?
One little man with little glasses, curly hair, and a loser guy!
I’m crazy if i like you, and the fact is, I cannot lie. I’m being crazy.







:::Yeah. Sajak dari orang gila untuk orang bego sedunia:::

Rabu, 10 November 2010

Burjo & Anak Kost

Poster Jualan Indomie di Kosan

 
Bosan. 
Satu kata yang tepat ketika menjadi angkatan lansia di kampus. Bosan urusan kuliah, bercabang dengan otak ‘penghematan’.

Berakhir pada kebutuhan memutar alur sirkulasi duid anak kost. Tercuci otak saya―didampingi dengan kedatangan para sahabat Primerz lantai 2 yang bertanya pada saya akan keberadaan indomie tersebut, dan “cling cling” >>> muncul ‘si rejeki akan datang’.

Usaha burjo kosan bagaikan ‘kilauan sinar matahari pagi; bening, dan segar’. Peluang emas, dengan hanya bermodalkan waktu dan tenaga serta sabun cuci. Karena sudah mendapat supply gratisan gas, kompor, dan pinjaman panci.

Yes! 
Berdiri, mandiri. Burjo Lantai 2 Asrama Putri Primasari. Dan berhasil diincar pelanggan, anak kost dan tamunya―kadang, . Usaha selancar jalan tol―selain Jalan Tol Jakarta, dengan sedikit terganggunya kenikmatan saya menonton acara drama korea ketika itu. Atas nama keprofesionalan serta nama baik, acara tersebut tak terelakkan lagi, tertinggal 80% tayangan. Menyesal, namun bangga! Hahahhaa. Bravo!

Letter for Alfu

Alfu & Me

Kita, teman sekost. Berteman sudah sangat lama. Kita bisa disebut pasangan adik-kakak lesbian aneh. Tentu saja saya memposisikan diri sebagai adik karena saya setahun dibawahnya. 

Wajar, dalam hubungan 'berteman' ada berantem-berantemnya sedikit. Awal mulanya memang saya salah. Tapi yah begitulah, namanya lidah tak bertulang. Ada kata yang menusuk telinga, tidak enak ditelan masuk ke ulu hati. Muntah lah saya padanya... 

Dan, jadilah surat berantakan ini. Saya persembahkan untuk teman saya tercinta, Alfu.
  

Sekitar Mei 2008

/Assalamualaikum wr.wb.



Dengan Hormat, saya Failasufa kamar n0.36 memohon maaf atas kesalahan yang telah saya perbuat pada Alfu Laila kamar no.29



Sorry mbak…aku ra gelem nambah-nambahi doso meneh….diijinkan untuk marah tidak lebih dari 3 hari…entah ini hari ke berapa,,,,seng penting aku meh ndang cepet-cepet njaluk maaf.



Oke…Aku njaluk ngapurane….aku salah kakehan omong karo Aci dan tidak bisa tutup mulut gara-gara kakehan omong, mungkin pas kuwi tak ndarani kowe arep takon2 Aci langsung, dadi sekalian wae daripada kw suwi takone mending tak cepetke langsung ngomong karo Aci. Oh….ternyata tetap tidak diijinkan…Dadi…Please give me your apologize…. saya tidak akan mengulangi kesalahan saya untuk kedua kalinya...



Silahkan saja mbak Alfu membatasi semua perkataan yang mbak Alfu anggap rahasia dan tidak perlu mbak Alfu ceritakan pada saya. Itu hak mbak Alfu.

Maaf kalau saya terlalu sering mengganggu kediaman mbak alfu, saya tidak akan terlalu sering mengganggu lagi. Sorry. Selimutmu tak balekke bar tak cucike. Thx.



Omongke Sorry nggo mbak Fitria sekalian.

Oke. Sekian surat dari saya.



Wassalam./

NB::: Saya membacakan keras-keras padanya, di depan pintu kamar 29. Seperti seorang deklamator menggebu-gebu sambil mengeluarkan pedang, dan berhasrat untuk menggorok leher pendengar setianya, depan pintu kamar. Melotot aneh, heran, dan brrrrr.... dia anggap saya gila mungkin.

This is Alfu, she's so cute